Puisi karya T S
BANGKITLAH DARI KEBODOHAN
MASA demi MASA berganti
Selalu SEPI akan Prestasi
Terkontamitasi oleh AMBISI & KORUPSI
Bumi Pertiwi seakan…Mati Suri
Paradigma Anak Bangsa LESU
Terbelenggu oleh NAFSU & Budaya PALSU
Ijazah Palsu, Pemimpin Palsu,Gelar Palsu, Uang Palsu…
Oli Palsu, Telor Palsu, Guru Palsu, Polisi Palsu…
PALSU selalu terpicuh setiap WAKTU
Anak NUSA Pemimpin Bangsa
Jagalah sikap dari perbuatan MURKA
Kikis habis mental Penguasa SARA
Jadilah pelayan JAGAD Nusantara
KEBANGKITAN NASIONAL Citra Derajat Bangsa
Tumbuh kan sikap kepahlawanan
Menjadi FIGUR Panutan & Tauladan
Untuk BANGKIT dari KEBODOHAN
Semoga TUHAN mengabulkan…
Hasil Analisis Semiotik
Masa demi masa berganti Selalu sepi akan Prestasi
· Personifikasi
· Sinekdok totum pro parte
Terkontamitasi oleh ambisi & korupsi
Bumi Pertiwi seakan..
Mati Suri.
· Metafora
· Personifikasi
Paradigma Anak Bangsa LESU
Terbelenggu oleh NAFSU & Budaya PALSU
· Pergaulan / Gaya hidup
Ijazah Palsu, Pemimpin Palsu,Gelar Palsu, Uang Palsu…
Oli Palsu, Telor Palsu, Guru Palsu, Polisi Palsu…
· Keadaan yang sangat menyedihkan
· Paradoks ( pertentangan )
Palsu selalu terpicuh setiap waktu
· Paradoks
· Hiperbola
Anak NUSA Pemimpin Bangsa Jagalah sikap dari perbuatan MURKA
Kikis habis mental Penguasa SARA
· sifat
Jadilah pelayan JAGAD Nusantara
· Amanat
· Sikap
Kebangkita nasional Citra Derajat Bangsa
Tumbuh kan sikap kepahlawanan.
· Jiwa Pahlawan
Menjadi figur Panutan & Tauladan
- Pikiran
Untuk bangkit dari kebodohan
Semoga TUHAN mengabulkan…
· Permohonan
· Harapan
Kesimpulan
· Ironi Kehidupan
· Betapa buruknya dunia ini
· Mempunyai jiwa yang jujur
· Ironi kehidupan dinyatakan dengan
· bahasa ironi –hiperbolik, yaitu sindiran yang dilebih-lebihkan.
· Ironi itu dinyatakan dengan pertentangan keadaan dan paradoks.
Hasil Analisis Ekspresif
Dari Uraian yang dipaparkan oleh penyaji bahwa tampak adanya koherensi yang kuat dalam sajak ini antara unsur-unsurnya : kiasan, gaya, lukisan, sampai pun tanda baca. Sajak itu menghadirkan sebuah Figur Panutan & Tauladan. Untuk bangkit dari kebodohan" usaha untuk bangkit dari negri yang di penuhi oleh kebodohan". Penghuninya tujuh. Ruang pun terasa kerdil dan sesak, ketika sebuah jendela menghubungkannya dengan dunia luar yang begitu perkasa. Anda dapat melihat penderitaan, terjebak di dalam negri yang begitu ramai yang dipenuhi kecurangan, dan namun ia berharap untuk menjadi pemimpin yang jujur dan adil terhadap negri dan bangsanya.
Dalam sajak itu pula T S memberikan semangat dengan sederet imaji yang makin lama makin dramatis “Selalu sepi akan Prestasi Terkontamitasi oleh ambisi & korupsiI Bumi Pertiwi seakan Mati Suri”